Sekilas Tentang Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah salah satu gunung bersejarah yang terletak di sebelah utara Kota Madinah, Arab Saudi, dengan panjang sekitar 7 kilometer. Gunung ini sangat istimewa, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kisah-kisah besar yang terjadi di sekitarnya.
Rasulullah ﷺ menyebut Jabal Uhud dengan penuh kehangatan. Dalam sebuah hadits sahih, beliau bersabda:
أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ
(HR. Bukhari no. 2889, Muslim no. 1365)
“Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita pun mencintainya.”
Ungkapan ini menunjukkan betapa Jabal Uhud bukan sekadar batu dan tanah, tetapi memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya.
Peristiwa Penting: Perang Uhud
Salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam adalah Perang Uhud, yang terjadi pada tahun ke-3 Hijriah (625 M). Pasukan kaum Muslimin dipimpin langsung oleh Rasulullah ﷺ menghadapi pasukan Quraisy yang datang dari Makkah.
Pada awalnya kaum Muslimin sempat unggul. Namun, sebagian pasukan pemanah tidak mematuhi perintah Rasulullah ﷺ untuk tetap berada di bukit pemanah (Jabal Rumat). Mereka turun untuk mengumpulkan ghanimah (harta rampasan perang), sehingga pasukan musyrikin berhasil menyerang dari arah belakang.
Dalam pertempuran itu, banyak sahabat mulia yang gugur sebagai syuhada, di antaranya:
- Hamzah bin Abdul Muththalib (paman Rasulullah ﷺ, yang dikenal sebagai "Singa Allah")
- Mush'ab bin Umair
- Abdullah bin Jahsy
- Dan lebih dari 70 sahabat lainnya.
Syuhada Uhud kini dimakamkan di kompleks pemakaman yang berada di kaki gunung ini. Area tersebut menjadi salah satu tempat yang sering diziarahi oleh jamaah umroh dan haji.
Dalil Shahih Tentang Ziarah Syuhada Uhud
1. Rasulullah ﷺ mendoakan syuhada Uhud
Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
النَّبِيُّ ﷺ خَرَجَ يَوْمًا، فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلاَتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ، ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ: إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ، وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ، وَإِنِّي وَاللَّهِ لأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الآنَ، وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ الأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيحَ الأَرْضِ، وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي، وَلَكِنْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنَافَسُوا فِيهَا
(HR. Bukhari no. 1344, Muslim no. 2296)
“Rasulullah ﷺ keluar suatu hari lalu beliau mendoakan para syuhada Uhud seperti doa untuk orang mati. Kemudian beliau naik mimbar seraya bersabda: Sesungguhnya aku mendahului kalian, dan aku menjadi saksi atas kalian. Demi Allah, aku benar-benar sedang melihat telagaku sekarang. Sesungguhnya telah diberikan kepadaku kunci-kunci gudang bumi. Demi Allah, aku tidak khawatir kalian kembali menjadi musyrik setelah aku wafat, tetapi aku khawatir kalian saling bersaing dalam urusan dunia.”
2. Rasulullah ﷺ menshalatkan syuhada Uhud
Dari Fadhl bin Abbas radhiyallahu ‘anhu:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ خَرَجَ يَوْمًا، فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلاَتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ بَعْدَ ثَمَانِ سِنِينَ، كَأَنَّهُ وَدَّعَ الْأَحْيَاءَ وَالأَمْوَاتَ
(HR. Bukhari no. 1343, Muslim no. 2297)
“Rasulullah ﷺ keluar pada suatu hari, lalu beliau menshalatkan para syuhada Uhud seperti shalat jenazah, setelah delapan tahun, seakan-akan beliau berpamitan kepada orang-orang hidup dan yang sudah wafat.”
3. Keutamaan Jabal Uhud
Rasulullah ﷺ bersabda:
أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ
(HR. Bukhari no. 2889, Muslim no. 1365)
“Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita pun mencintainya.”
Keutamaan Jabal Uhud
- Gunung yang dicintai Rasulullah ﷺ
Seperti dalam hadits sahih, Jabal Uhud adalah gunung yang mencintai kaum Muslimin. - Saksi Sejarah Islam
Jabal Uhud menjadi saksi salah satu pertempuran besar yang penuh pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan. - Tempat Syuhada Mulia
Lebih dari 70 sahabat dimakamkan di kaki Jabal Uhud, menjadikannya tempat penuh keberkahan dan pengingat bagi kaum Muslimin.
Pelajaran dari Jabal Uhud
- Ketaatan kepada Rasulullah ﷺ adalah kunci kemenangan.
Turunnya sebagian pasukan pemanah sebelum perintah Rasul menjadi pelajaran besar bagi umat Islam. - Kesabaran dalam ujian.
Kekalahan di Uhud justru memperkuat iman kaum Muslimin dan mengajarkan mereka pentingnya bersabar. - Pengorbanan syuhada.
Mereka rela meninggalkan dunia demi tegaknya agama Allah.
Penutup
Jabal Uhud bukan sekadar destinasi wisata religi, tetapi saksi sejarah yang hidup bagi perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Bagi jamaah umroh dan haji, ziarah ke tempat ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati—mengingatkan kita akan pentingnya iman, ketaatan, dan pengorbanan di jalan Allah.
Dengan menziarahi Jabal Uhud dan mendoakan syuhada di sana, kita mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, sekaligus memperbarui semangat perjuangan dalam diri. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah dalam iman, sabar dalam ujian, dan siap berkorban untuk agama-Nya.